Dalam botol minuman bersoda 500 ml misalnya, mengandung 210 kalori.
Untuk membakar kalori dari asupan minuman bersoda itu, Anda bisa berlari
sejauh 4,2 mil atau berjalan kaki selama 42 menit untuk membakar
kalori.
Para peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di
Baltimore, menemukan bahwa para remaja yang diberikan informasi mengenai
kalori dan cara membakar kalori akan memilih minuman sehat atau botol soda yang lebih kecil.
Para ilmuwan ini juga menyarankan pemberian informasi gizi tersebut
kepada restoran cepat saji. Misalnya, restoran tersebut memberikan
informasi bahwa jika memakan burger keju ukuran besar, Anda harus
berjalan sejauh 5,6 mil untuk membakar kalori. Maka konsumen akan
memilih hamburger yang lebih kecil dan hanya membutuhkan berjalan 2,6
mil.
Hasil penelitian yang dipublikasikan American Journal of Public Health
menunjukkan, informasi kalori selalu diabaikan banyak konsumen. Mereka
pun tidak mengerti jika hanya terdapat informasi kalori yang terkandung
di dalam makanan atau minuman tersebut.
"Penelitian yang kami temukan, jika dijelaskan mengenai kalori dan
dengan cara yang mudah dimengerti seperti berapa mil harus berjalan
untuk membakar kalori itu, maka dapat mendorong perubahan perilaku,"
sebut penelitian itu.
Penelitian ini telah dilakukan terhadap enam toko di Baltimore yang
menyajikan informasi lengkap dalam 590 ml minuman bersoda. Informasi itu
berisi, jika ingin membakar 250 kalori dalam tubuh, dibutuhkan berjalan
kaki selama 50 menit atau 5 mil.
Hasilnya, para konsumen yang umumnya kaum muda akhirnya membeli minuman
yang lebih sehat dan dengan kalori yang lebih sedikit. Para peneliti
mengatakan, mengurangi konsumsi minuman dengan kalori tinggi seperti
minuman manis akan mencegah obesitas dan menurunkan berat badan.
Para ilmuwan di University of North Carolina menemukan bahwa informasi
ini dapat membuat seseorang memilih makanan yang lebih sehat pada menu
di restoran.
"Kami percaya bahwa dengan menampilkan label informasi tentang aktivitas
fisik, memungkinkan seseorang untuk lebih memilih makanan dengan kalori
yang lebih rendah," ujar Profesor Anthony Viera dari University of
North Carolina
0 komentar:
Posting Komentar